The Old friend’s bridge

Jembatan ini hanya satu dari sekian puluh (mungkin ratusan kali ya) jembatan yang membentang diatas selokan mataram yang membentang dari kulon progo hingga candi prambanan, jujur saja jika kita mau menghitung jumlah jembatan yang ada mungkin jumlahnya mencapai puluhan bahkan ratusan (tapi capek deeeeeeeeeeeeeeeeh….)

Secara umum pun jembatan ini memiliki fungsi yang tidak jauh berbeda dengan jembatan jembatan pada umumnya, antara lain sebagai alat penyeberangan manusia hewan ataupun kendaraan untuk berpindah dari sisi sebelah selokan ke sisi sebelah lainnya.

Jadi sebenarnya tidak ada sedikitpun istimewa-istimewanya ataupun nilai nilai yang lebih yang mampu menarik saya untuk menulis, tidak seperti jembatan Ampera diatas sungai Musi yang memiliki desain dan sejarah serta nilai tersediri, jadi so what gitu lo ?

Jembatan ini hampir setiap pagi (hari libur or hari Minggu) konon seringkali dikunjungi oleh sekelompok bapak bapak yang tergabung dalam paguyuban jalan kaki selokan mataram, untuk menjadi titik point bertemu diantara mereka sebelum melakukan aktifitas olahraga jalan kaki.

Suatu hari kawan kitapun sudah dengan sangat disiplinnya menunggu di tempat itu untuk janjian mau bersepedaan menyusuri selokan mataram menuju candi prambanan, sejak pukul 05.15 kawan kita itu sudah tiba nongkrong di jembatan

Karena mungkin dianggap mau merebut lahan bapak bapak itu, maka merekapun menanyakan (basa basi) kepada kawan kita itu
sedang menunggu siapa dek ?” kata mereka

ehhhh….., menunggu kawan lain, mau bersepedaan pak” kata kawan kita ini
Dan mereka (bapak bapak tua tadi) pun segera berjalan meninggalkan kawan kita, untuk melakukan aktifitas olah raga jalan kaki ke arah barat.

Namun hingga kurang lebih satu jam waktu berlalu, ternyata  kawan kawannya yang di tunggu datang terlambat, hingga bapak bapak kelompok jalan sehat itu kembali dan sampai di jembatan itu lagi , kawan kita itu masiiiiiiiiiiiiiiiiih saja setia menunggu

Loh mana temennya dek, belum pada dateng ya?”

Untuk menutupi rasa malunya dan saking jengkelnya, kawan kita itupun pergi ngeloyor, mengenjot sepedanya ke arah barat …. (kurang ajar itu yang datang telat)

Karena itulah jembatan itu menjadi kenangan bagi kita, dan kita sebut dengan “The Old Friend’s Bridge” dan sering kita gunakan sebagai check point untuk berkumpul dan berpisah…dan kejadian ini menjadi salah satu pengingat bagi kita agar merubah jadwal ibadah (nuthuk) pada malem minggu, kalo tidak pingin kesiangan bangun nya…padahal emang sunahnya malem jum’at kok bang !!!!

Ada jembatan yang tidak ada sungai mengalir dibawahnya, tidak ada jalan aspal atau pepohonan ….. jembatan apa hayo ? – kirimkan jawaban anda kotak pos 123456789 rebut hadiah liburan ke Amerika selama 1 bulan terbang bersama Adam Air …

Beri tanggapan

Your response: