Perjalanan kali ini, hanya di ikuti oleh mas Heri, mas Ahmadi (mahasiswa KMPK), bang Yos dan saya sendiri.
Ketika saya bangun pagi (subuh 30 April) ada beberapa sms yang mengirim khabar ketidak ikut sertaan teman kita seperti bu walikota (mbak Ninik) karena harus mengantarkan anaknya ke taman budaya, mas Eko karena sudah janjian dengan mas Nunung untuk ikut sepedaan dari sebuah parpol, dan mas Asdan yang pamit, karena mbak Nenggih masih di Jakarta, dan tentunya pak walikota (mas Bimo) rak iso melu karena tangannya masih dalam proses penyembuhan … cepet sembuh ya pak walikota…….amin.
Kota Jogja pagi itu (sejak malamnya) terus di guyur hujan, tiba tiba ketika saya sedang prepare (memakai istilah mas heri…..jam 05.14) mbak putu kirim sms (dengan nada menyesal kali ya), …
“yaaaa … hujan”…. sepertinya ada nada peyesalan yang sangat mendalam dari beliau, karena memang cuaca pagi itu kurang bersahabat, apa boleh buat ini sudah kehendak sang hyang Widi mbak. Dengan menggunakan salah satu rules yang menyebutkan “jika hujan maka kegiataan sepeda batal”, maka dengan berat hati saya kirim khabar ke semua peserta (Eko, Heri, Putu, Nenggih, Yos,Ninik, Bimo, Nunung, Dian, Ahmadi, Nusky, Syafril dan Leman) bahwa “Acara terpaksa dibatalkan”…..sedih deh !!!!
Ditengah rasa kecewa dan sedang mencari jalan keluarnya tiba tiba ada sms masuk dari mas Heri
“Atas gak ujan neh aku ma pak ahmadi udah diperempatan” maksutnya mengabarkan kalo dia dan mas Ahmadi sudah berada di check point kita bertemu (pos Polisi Ringroad Gejayan),
“Wah pie kie, batal opo terus ..?” gumam saya. Hanya karena rasa tanggung jawab dan rasa solider sebagai teman, meskipun hujan (istri saya juga ngingetin…mas masih hujan…), sayapun menyusul mereka di check point kita. Woeh ..ternyata benar mas Heri orak bohong, mereka sudah disana menunggu dipos ojek ring road gejayan…hebat salut dan loyal……plok plok plok, two thumbs ….
Singkat cerita akhirnya kami juga mengajak bang Yos untuk gabung, ditengah tengah menempuh perjalanan, bang Yos bercerita kalo dia rela untuk menunda ibadah bersama mbak rima demi sepedaan … plok plok plok … padahal konon cerita bang, kalo saat pagi hari dan hujan lagi, adalah waktu yang jos untuk ibadah bang … he he he … tapi ketika saya ingat mbak putu jadi kecian deh dia, sudah ditinggal ke Bali, ndak jadi sepedaan, eh rak iso ibadah, he he he… sabar ya mbak….
Akhirnya kita kayuh juga sepeda ini menuju kearah timur dan berbelok ke utara, rute yang dipilih leader kita kali ini (mas Heri) awalnya memang payah dan menghabiskan tenaga, sekaligus uji mental juga, karena kita harus naik turun tebing, ngangkat sepeda, hingga melewati samping rumah orang (lewat tumpukan sampah). Rute ini memang diluar dugaan, belum jauh sih dari Kampus UII ring road tiba tiba kita menemukan dam/waduk buesaaaaaaaaaaar sekale, saking bingungnya milih jalur apapun kondisi jalannya, karena sepeda ndak mungkin digenjot dan satu satunya jalan hanya sepeda diangkat !!!!!, ya kita jalani aja yang penting hepi……bahkan kita juga menuruni tebing waduk, saking licinnya saya kepleset (begitu sudah jauh bang yos baru bilang kalo sebenarnya dia mau mentertawakan saya ketika jatuh kepleset saat turun tebing, cuma ndak enak……ha ha ha..ceria terus bang rak oleh nesu)

Perjalanan kita lanjutkan, di tengah menyusuri desa lagi lagi bang Yos minta untuk break, di tempat istirahat pertama, maunya beli pisang tapi karena ditawar ndal boleh yowes dilanjutkan aja, sampai pada akhirnya kita menemukan warung yang rada komplit, dan biasalah bang Yos nafsu banget beli bodrex !!!!!!, memang aneh bang yos itu, orang lain kalo sepedaan nyarinya minum untuk doping biar kuat, eh dia malah cari doping bodrex, nah ini masukan untuk mbak putu, adakah korelasinya antara bodrex dengan sepedaan????
Setelah beli bodrex dan menyumbang pabrik milik pak Philip Morris, perjalanan dilanjutkan hingga sampai disebuah persimpangan, tiba tiba saya diperintahkan untuk memilih jalur “terus lurus” masuk jalan kecil disamping rumah menyusuri sungai kecil (orang jawa menyebutnya “kalen”), baru berjalan beberapa meter ternyata (maaf) lagi ada beberapa orang yang bertapa alias jongkok membuang hajat, saking kagetnya melihat rombongan kita, mereka langsung berdiri menaikkan celananya untuk membatalkan membuang hajat, sambil ngomong…
”mas jalannya buntu ndak bisa dilewati”… dengan rasa malu dan tertawa cekikikan kami pun mengangkat sepeda kami untuk berputar haluan … lha iyalah daripada dilemparin anunya kaleeeeeeeee….
Dengan moto tetap hepi dan orak oleh nesu, maka kami melanjutkan rutenya hingga menyusuri pematang sawah, masuk sungai dan akhirnya kami malah bertemu dengan rombongan bike to work dari tim lain (katanya pak ahmadi sih salah satu pesertanya adalah Ketua bike to work jogja). Kalau mereka hendak turun melalui rute yang sama dengan kami, lha kalo kami malah justru baru naik…gilaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Setelah rombongan itu pergi berlalu, komentar bang Yos dan mas Heri, saya dikatakan anggota bike to work “gadungan”, karena apa ? sebab sepeda saya sudah pake tanda /stiker bike to work Jogja, tapi ndak ada satupun mereka yang kenal sama pak Atuk…ha ha ha, kamu ketahuan … TNI gadungan ciiiiiiiiiiing
Wah rute kali ini memang luar biasa, jalan terus naik tiada henti, saya benar benar “LELAH” dan menyerah, rasanya paha ini sudah orak kuat mengayuh sepedanya, tapi karena semangat untuk sehat (dari pada sakit dan uang untuk beli obat) sayapun tetap semangat mengayuh sepeda, hingga akhirnya kami sampai menemukan kembali jalan raya menuju pakem, didesa Umbulmartani Pakem Sleman.
Capek haus dan lapar sudah tak tertahan, maka kami putuskan untuk finish dan berputar pulang ke Jogja melalui jalan raya kaliurang, kami isitirahat di warung pecel untuk istirahat dan sarapan pagi makan nasi pecel…
Trimakasih bang Yos, yang sudah mengorbankan uang lumpsumnya untuk nraktir sarapan pagi kita……..
Maaf untuk mbak putu yang pada akhirnya kami tinggal bersepeda, meskipun saya tau ada guratan kesedihan dari mbak putu karena kami tetap bersepeda dan meninggalkan mbak putu, maaf ya mbak.
Minggu depan kata bang yos dan mas heri kita akan coba trek ini, karena menurut kami trek ini memang sangat menantang dan melelahkan, bagi yang belum sempat gabung ayo minggu depan kita kayuh sepeda kita menyusuri rute ini
oh ya ketika kita bingung memilih rute, eh malah kita ketemu sama mbak mbak yang kerja di konter Kantin Medika paling barat (dekat kamar mandi)….dia kira mungkin kita ngeyel, karena dia bilang tidak ada jalan, kita masih nekad aja menyusuri sawah dan masuk sungai ….. basah deh
dan bagi yang dapet lumpsum, minggu depan bisa ikut kok, untuk nraktir kita …he he he
Jangan lupa :
-
Bersepeda sebaiknya memakai alat pengaman standar seperti Helm, kaos tangan warna hitam (converse), Decker tangan warna hitam, dan Kamera (untuk foto fotoan)
-
Sebaiknya hindari merokok, karena merokok bisa menyebabkan sakit jantung, kanker, impotensi dan gangguan kehamilan.
Suwun