Oleh: sarwestu | Oktober 19, 2009

Pemimpin itu …

PEMIMPIN menurut curhatku ….

Pemimpin adalah orang yang diberikan amanah untuk memimpin sebuah kelompok atau organisasi apapun bentuknya. Semisal untuk sebuah kelompok terkecil yaitu keluarga, maka pemimpin keluarga adalah sosok Ayah atau Bapak yang menjadi imam dalam keluarga, sosok imam ini akan bertugas menjadi nakhoda kemana arah tujuan dari kapal/biduk rumah tangga itu hendak dibawa. Jika nakhoda itu tidak memiliki visi misi yang bagus bisa jadi kapal akan dibawa kemana suka nakhoda kemana dia akan bawa, bahkan yang lebih parah jika malah kemudian kapal itu tenggelam ,karena ketidak becusan nakhoda dalam menyetir kapalnya.

Selain visi dan misi yang sudah jelas, pemimpin harus mampu membuat suasana kerja dan kehidupan disekeliling yang dia pimpin memiliki nuasa yang sejuk nyaman dan terkendali. Pemimpin tidak bisa sak enak wudelnya untuk mengambil keputusan dan kebijakan tanpa memikirkan dampak yang muncul dalam skala mikro(kecil) maupun skala makro (besar). Suasana kondusif terkendali harus betul betul menjadi ruh dalam organisasi atau kelompok yang dia pimpin, kebijakan yang diputuskan harus benar benar mengandung unsure keadilan dan kemanfaatan semua umat, jika kebijakan dirasa tidak menguntungkan semua pihak ada baiknya di tinjau ulang, sebisa mungkin setiap kebijakan itu adalah kebijakan yang murni memikirkan semua pihak menjadi nyaman dengan mengandung unsure seminimal mungkin resiko dan dampak yang muncul.

Selain itu sosok pemimpin harus mendengar dan menerima masukan dari semua pihak sebelum menganbil keputusan, sehingga tidak ada orang lain atau unit kerja yang merasakan di tinggalkan, sehingga ketika di implementasikan kebijakan tersebut semua pihak akan merasa puas, meskipun kepuasan semua pihak belum tentu 100% terpenuhi, namun yang terpenting semua pihak bisa menerima.

Pemimpin selalu membutuhkan partner kerja yang bisa bekerja sama bahu membahu dan mengutamakan teori simbiose mutualisme, artinya semua pihak diuntungkan, sehingga peran partner sungguh penting, karena tidak mungkin sosok pemimpin tidak memiliki partner, kecuali dia itu pemimpin yang arogan dan tinggal di hutan … ha ha ha..

Namun kadang pemimpin itu lupa tentang sosok partner, hal ini disebabkan oleh banyak alasan, bisa jadi karena partner itu tidak se level dalam pikiran dan ide nya atau karena partner itu ngah ngoh alias ra dong an atau sebab sebab lainnya, sehingga pemimpin itu lebih memutuskan jalan sendiri. Harusnya memang ketika ditemukan partner kerja yang tidak seimbang, maka pemimpin segera melakukan evaluasi untuk membimbing partnernya sehingga mampu mengimbangi kinerjanya. Memang berat harus mendidik dan menyamakan persepsi dalam kinerjanya namun itu harus dilakukan agar tercipta simbiose mutualisme tsb.

sandal

Selain sosok pemimpin yang didukung oleh partner kerja yang bagus dan seimbang, pemimpin harus memiliki alur dan system yang jelas dan transparan, sehingga peran partner yang mendampingi mengerti apa dan bagaimana harus bekerja mencapai tujuan. Sistem yang akan dijadikan guide line harus ada sebelum melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang sudah dibebankan. Ketika guide line sudah ada tinggal pemimpin itu dengan partnernya menjalankan apa yang sudah ditetapkan Insya Allah semua goal akan tercapai.

Namun kadang kita menemukan pemimpin yang tidak sesuai dengan harapan kita, dia lebih sering marah, menyalahkan, tidak mau mendengar alasan dan penjelasan kita, percaya pada orang tertentu, menange dewe, sok kuasa, dan yang lebih parah jika dia suka “memfitnah” ngember dan ngomongin orang lain sementara dia sendiri tidak bisa mengerjakan atau merampungkan tugas tugasnya.

Lalu sikap kita gimana ? ya jalan terus, sik penting dewe  wes melakukan apa yang harus dikerjakan sesuai dengan ketentuan yang ada, ganding disalah salahke yo wes, sik penting wes mengerjakan tugas dan sesuai dengan order .

Jadi sosok pemimpin atau nakhoda itu harus betul betul menjadi sosok yang baik dan benar dalam mengarahkan anak buah / partner, jika kamu jadipemimpin jangan arogan bijaksanalah pada anak buah …sabar adalah kuncinya.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori