Oleh: sarwestu | Mei 12, 2008

pak bimo as pak walikota

Dalam komunitas kami ini, sudah muncul beberapa julukan atau nama panggilan dalam komunitas ini, julukan ini berbasis kepada “kelakar” yang terjadi riil di lapangan tanpa ada skenario tertentu atau rekayasa apapun, semua terjadi secara alamiah, sebab semua julukan itu benar benar murni karena memang orang yang menerima pantas untuk menyandangnya, terlepas dari nuansa apapun atau intrik intrik “dislike” kepada pribadi ybs.lo..insya allah orak kok.
semua julukan memang bertujuan untuk memberikan kenang kenangan dalam komunitas kita itu, sehingga diharapakan yang menerima julukan itu tidak “marah” atau “tersinggung” atau berpikir ke hal-hal yang negatif lainnya, kami hanya memilik tujuan demi kebersamaan dan lucu lucuan … maaf ya .
julukan pertama muncul ketika kami tau bahwa ada peserta baru yang ikut nyusul kita di candi Prambanan, karena beliau ini memakai sepeda tipe city bike maka mas heri langsung spontan nyletuk “wah mbak ninik seperti ibu walikota yang sedang mengikuti acara sepeda gembira”, nah sejak saat itu munculah julukan baru untuk mbak ninik dengan sebutan “ibu walikota”

tidak begitu lama, mas bimo juga ikut bergabung dengan kita, pada awalnya sih kita masih tidak percaya, apakah mas bimo mau ikut bener genjot, mengingat daerah tempat tinggal mas bimo tuh didaerah Kotagede, tapi karena saking semangatnya mas bimo genjot juga itu sepeda, dan karena memakai sepeda tipe city bike maka mas bimo kita berikan julukan “pak Walikota” …. kebetulan casingnya juga mirip miriplah dikit dengan pejabat, dan mungkin hanya dia yang bisa membuat dorce gamalama bingung memilih antara andi malarareng (jubir presiden) dengan atau mas bimo, karena sama sama kumisnya tebal boooooooooooooo.
karena orang ketiga yang joint ke komunitas kita dan memakai city bike adalah mas ekki, maka mas ekki di juluki “pak sekwilda”.
namun dari ketiga pejabat publik itu, sayangnya hingga kini masih adda saja yang belum mau gabung lagi, entah kenapa ? namun juga ada yang sesekali ikut kok, mungkin untuk mewakili … he he he, ya kami maklum kok, karena memang pejabat publik itu super sibuk ….
jika sudah ndak nyaman atau emoh dijuliki dengan sebutan itu, boleh kok meminta surat untuk dicabut jabatane

bravo genjoters
one less car and cigarette

pak item


Beri tanggapan

Your response:

Kategori