ketika kami beristirahat di “warung wader” pakem (100 m sebelum RM Morolejar, di tempat parkir saya mencoba mengamati satu persatu sepeda yang diparkir di situ, baik itu yang dari kelompok PMPK UGM, maupun yang dari Bank Niaga Jogja.
dari kerumunan sepeda yang beraneka ragam tipe dan merk, namun yang jelas adalah dari tipe tipe khusus untuk cross country, ada yang sudah memakai ban radial cukup keren (besar) dan yang jelas itu untuk trek medan berat, trus ada yang framenya memang terlihat kokoh dan kuat, hingga yang hanya era sepeda federal jaman tahun 90 an.
diantara rerimbunan sepeda yang memang khusus untuk trrek trek cros country, terselip satu buah sepeda dengan tipe khusus cewek alias city bike, dengan ciri frame yang berbentuk setengah lingkaran dengan ciri utama “keranjang” di bagian depan sepeda.
mungkin sebagian bikers itu geleng geleng kepala, ini sepeda siapa ya ? kok iso tekan kene ya? sik numpak sopo ya?
usut punya usut, ternyata itu adalah sepeda dari salah satu tim kita, mas eki tepatnya. mas eki dari jogja memboncengkan anak kesayangannya hingga pakem, meskipun jalan menanjak dan ada jalan yang tidak beraspal juga, kedua pasangan ini (anak dan ayahnya), terus mengayuh sepedanya hingga finish, tidakmau kalah dengan teman teman sik memakai sepeda seperti astroz dan tango.
makanya bagi teman teman sik belum merasa tertarik untuk gabung dengan komunitas ini, ayolah..didepan mata kita sudah ada contoh, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak ikut bersepeda hanya karena punya sepeda model city bike, sebab bagi kami bersepeda untuk sehat dan hepi…
bravo bikers
