Perjalanan kali ini, di ikuti oleh bang Yos beserta istri (Bu Rima Yos Hendra), mas Asdan beserta bu Nenggih, mbak Ninik, mas Heri., dan tentu mbak Putu (sayang mas Eko, pak Ahmadi – mahassiswa S2 KPMK, keponakan mbak Ninik, dan mas bimo…. orak iso melu)
Sesuai dengan kesepakatan bahwa titik kumpulnya ada di pertigaan Janti Jl.Solo.
Tepat pukul 05.30, sms hape saya berdering, saya buka ternyata isinya mengatakan bahwa mbak putu sudah berada di depan toko roti parsely ….. wah gawat nih!!! , kasihan mbak putu sendirian. Tanpa mikir panjang lagi, saya yang seharusnya janjian dengan mas Heri untuk bertemu di depan Hotel Jogja Plaza Jalan Affandi (dulu namanya Jl.Gejayan), cabut duluan menyusul mbak Putu yang sudah menunggu.
Memang luar biasa sekali, semangat dan kedisiplinan mbak putu itu, janji jam 05.30 yang jam segitu sudah sampai di titik point, padahal lokasi rumah mbak Putu tergolong yang rada jauh (JL.Godean cing !!!!), nggak kayak lainnya… OTW, prepare atau malamnya nuthuk …. (memakai istilah dari mas Heri).
Belum lama saya bertemu dengan mbak putu, lagi lagi saya dikejutkan oleh bunyi hape (sms) dari mbak Ninik yang mengabarkan kalo beliau juga sudah sampe di perempatan Blok O, dalam kebingungan antara hendak menemani mbak putu dan mikir kasihan mbak Ninik menunggu sendirian di Blok O, eh .. ndak begitu lama malah mbak Ninik meluncur ke arah utara menyusul kami di titik point kita di janti (kelamaen kaleeeeeeeeeeee…..)
Akhirnya saya, mbak putu, mas heri dan mbak ninik bertemu di pertigaan Janti. Sedangkan Tim dari arah timur yang terdiri dari (pasangan suami istri) mbak Neng dan mas Asdan serta bang Yos beserta istri, belum juga nongol nongol (jangan jangan bang yos malemnya ngibadah, jadi kesiangan deh bangunnya…),
Bolak balik kami melihat jam “wah rada lumayan juga nih molornya”, tapi ndak papa, karena sifat kita adalah bersepeda untuk hepi maka seberapapun telat/molornya teman kita, ya kita harus di tunggu…dengan catatan yang nunggu orak oleh nesu !!!!
Singkat cerita, kami sudah ngumpul dan mulai mengayuh sepeda menuju kearah berbah, menyusuri komplek AAU (tidak lupa kita foto fotoan di depan pintu gerbang AAU), keluar masuk dusun, kandang sapi dan menyusuri pematang sawah … kata mbak putu perlu diselidiki, kenapa pak atuk sering mengajak tim bersepeda PMPK melewati kandang sapi ?, adakah korelasinya antara pak atuk dengan sapi atau antara pak atuk dengan kandang sapinya ?… halah
Sampai pada akhirnya, kami menemui jalan buntu, (jalan ditutup karena akan digunakan masyarakat sekitar untuk melaksankan resepsi pernikahan), dengan tekad yang kuat (sedikit rai gedek) kami mencoba untuk minta ijin numpang lewat, tak disangka sangka pemilik rumah yang mau melaksanakan acara pernikahan itu mengijinkan kami untuk melewati lokasi pernikahan (emang sih belum ada tamu, tapi kursi, meja hidangan, pelaminan pengantin semua sudah ditata rapi).
Saking gembiranya kami dapat ijin, tentu kita tidak lupa untuk foto fotoan, mulai didepan tuwuhan hingga foto di depan pelaminan pengantin…saking gilanya kale ya, malah ada juru masak respesi itu nekad ikut foto dengan membawa serok goreng (emang dasar ndak mau rugiiiiiiiiiiiiii..!!!!)
Akhirnya kami sampai ditujuan finish di RS.panti rini, hitung hitung sekalian membezuk mas Bimo yang siang hari itu mau melaksanakan operasi pasang pen karena tulang di tangannnya ada yang patah.
Awalnya satpam tidak mengijinkan kami untuk masuk, namun sekali lagi dengan rayuan gombal dan sedikti nekad, kami meminta ijin untuk bisa menengok kawan kami, dan akhirnya kami bisa masuk keruang mas bimo meskipun tidak bisa barengan, karena rs masih dalam tahap pembersihan ruangan(bezuk mas bimo dibagi dalam dua kloter, karena ndak boleh banyak banyak yang jenguk)
Perjalanan kali ini diakhiri dengan sarapan gratis di soto Kadipiro Kalasan, ini bisa terjadi ternyata karena pak LT memberi sangu ke mbak Nenggih, dengan wanti wanti supaya teman teman yang sepedaan bisa sarapan pagi di warung (dan ben orak ngrepotin orang lain kali ya???)
terimakasih bos, besok lagii ya…halah
Akhirnya kami kenyang di traktir pak LT makan soto, bisa membezuk mas bimo, bisa sehat dan yang penting bisa hepi
