Posted by: sarwestu | May 14, 2008

Kami hanya sampai di “km 21″ 110508

ternyata dengan modal “3(tiga)” kali wes tekan daerah sekitar Pakem, tidak menjamin diri saya mampu menaklukan Kaliurang dengan “mudah”, buktinya kemaren (11 mei) saya bersama dengan teman “genjoter” gagal mencapai target untuk finish di Kaliurang (Pos Polisi dekat Wisma WARA)….yah gagal maning ..gagal maning….
sebetulnya usaha dan semangat dari saya dan teman-teman yang lainnya sudah optimal, ini dapat dilihat dari semangat yang terus membara dan rasa optimisme tinggi bahwa kita bisa mencapai target, makanya setiap tanjakan yang menghadang didepan mata, selalu dapat kita atasi dan berhasil ditaklukan, meskipun saya tau bahwa itu semua dikerjakan dengan tidak mudah dan dengan usaha yang luar biasa sekali, sampai ngos ngosan bahkan ada yang hingga kelaparan dan berhalusinasi dengan melihat warung soto……
semangat dari para genjoter ini menimbulkan dampak yang cukup signifikan terbukti hari senin, ketika kita bertemu di kantor dan saling membicarakan perjalanan turing hari minggu, keluar dengan sendirinya keluhan dan omongan dari genjoter yang dapat diartikan bahwa rute kemaren emang sungguh berat…berat sekaleeeeeeeeeee…….
ini ya misalnya …..ada yang mengeluh ototnya kram, trus ada yang mengeluh malamnya demam, trus ada juga yang mengeluh pahanya menjadi kenceng kenceng (asal jangan yang diantara dua pahanya saja), hingga ada yang mengeluh kalo badannya menjadi pegel-pegel.
semua itu menandakan sebuah kesimpulan sebenarnya semua peserta (jujur saja) sudah kehabisan tenaga ketika menempuh jalur itu, hanya karena perasaan “malu” atau bisa jadi “gengsi”.
semua bentuk kelelahan apapun wujudnya dicoba untuk di sembunyikan rapat rapat, hingga ada salah satu peserta yang “melempar handuk putih”.

km 21 - 11 mei 2008

secara kebetulan sekali mbak ayu, ketika sampai di km 21 (aku lupa nama deso ne je) sudah memberikan sinyal sinyal melempar handuk putih, maka dengan suka cita peserta lainnyapun dengan penuh semangat mendukung dan mengiyakan secara aklamasi usulan mbak ayu agar kita tidak usah melanjutkan usaha ini dan sebaiknya turun kembali saja ke jogja, ketika itu mbak ayu beralasan jika jam 11 ada janjian untuk ketemu dosennya untuk melakukan konsultasi
tanpa komando berkumandanglah koor …..setujuuuuuuuuuuuuuuuuuu…..
karena komunitas ini sangat sangat demokratis, maka diputuskanlah kami untuk turun…halah padune !!

ketika koor dengan nada dasar do sama dengan ce fals berkumandang dengan lantangnya…..bersamaan dengan itu ada guratan kesedihan yang menggelayut di wajah saya, karena saya yakin (sok yakin sih) bahwa jarak tempuhnya sampai finish tinggal +/- 3 km …so, khan sayang jika harus gagal atau harus mengulang kembali minggu depannya, namun bersamaan dengan itu saya berpikir
“apalah arti kepuasanku itu jika ternyata aku beridiri diatas kepedihan, kelelahan, keperihan hati, kekecewaan dan yang sejenisnya orang lain”, sehingga hanya akan membuat diri saya menjadi manusia yang “otoriter”, “rakus”, “jahat”, dan “mendolimi” orang lain,
maka aku jawab kesedihan dan kekecewaanku itu dengan tekad dan janji …
“kaliurang tunggu minggu depan, aku akan kembali untuk menjemput kesuksesanku yang tertunda”

Posted by: sarwestu | May 12, 2008

Joke joke genjoter

banyak sekali “joke-joke” yang keluar ketika kegiatan genjot sedang berlangsung, hamapir di setiap kegiatan genjot selalu saja muncul joke dan kelakar yang up to date, misalkan ketika kami menemukan lokasi yang memiliki pemandangan cukup lumayan bagus, muncul kelakar “ayo ayo..pesanan YM” yang kira kira maksutnya adalah foto dengan background memukau yang kelak akan digunakan sebagai pic di YM nya, sehingga semua peserta genjot berbondong bondong untuk menghabiskan pose pose “panas”nya demi pesanan YM itu.
Lain lagi ketika kami harus menata setting antara orang sepeda dan background gunung merapi, tiba tiba tidak sengaja, mbak ayu berdiri didepan bang yos, komentar lidah usil menjadi lain, karena dianggap bang yos memakai kaos bergambar wajah ayu, alias bang yos itu fans beratnya mbak ayu, mungkin karena saking gedenya luas (meter persegi badan bang yos) ketika mbak ayu berada didepan badannya, menyebabkan wajah mbak ayu menjadi seperti gambar di kaosnya bang yos.

mejeng lagi

Yang rada unik dan ngeselin adalah ketika dengan cepat mbak ayu selalu berubah pose (dimanis mainske) ketika mau di jepret foto, padahal ketika genjot, wajahnya sudah berlipat lipat dan marah pucet kesel tumplek jadi satu, namun ketika sudah ada kamera di depan wajahnya…ceile segeralah dia berubah pose….
dan masih banyak sekali joke atau kelakar lain yang muncul begitu saja dari mulut genjoter genjoter, yang jelas mereka mencoba menyembunyikan rasa lelah dan capek dengan memecahkan suasana agar cerah dengan canda dan tawa riang mereka

bravo genjoter
one less car and cigarete

pak item

Posted by: sarwestu | May 12, 2008

pak bimo as pak walikota

Dalam komunitas kami ini, sudah muncul beberapa julukan atau nama panggilan dalam komunitas ini, julukan ini berbasis kepada “kelakar” yang terjadi riil di lapangan tanpa ada skenario tertentu atau rekayasa apapun, semua terjadi secara alamiah, sebab semua julukan itu benar benar murni karena memang orang yang menerima pantas untuk menyandangnya, terlepas dari nuansa apapun atau intrik intrik “dislike” kepada pribadi ybs.lo..insya allah orak kok.
semua julukan memang bertujuan untuk memberikan kenang kenangan dalam komunitas kita itu, sehingga diharapakan yang menerima julukan itu tidak “marah” atau “tersinggung” atau berpikir ke hal-hal yang negatif lainnya, kami hanya memilik tujuan demi kebersamaan dan lucu lucuan … maaf ya .
julukan pertama muncul ketika kami tau bahwa ada peserta baru yang ikut nyusul kita di candi Prambanan, karena beliau ini memakai sepeda tipe city bike maka mas heri langsung spontan nyletuk “wah mbak ninik seperti ibu walikota yang sedang mengikuti acara sepeda gembira”, nah sejak saat itu munculah julukan baru untuk mbak ninik dengan sebutan “ibu walikota”

tidak begitu lama, mas bimo juga ikut bergabung dengan kita, pada awalnya sih kita masih tidak percaya, apakah mas bimo mau ikut bener genjot, mengingat daerah tempat tinggal mas bimo tuh didaerah Kotagede, tapi karena saking semangatnya mas bimo genjot juga itu sepeda, dan karena memakai sepeda tipe city bike maka mas bimo kita berikan julukan “pak Walikota” …. kebetulan casingnya juga mirip miriplah dikit dengan pejabat, dan mungkin hanya dia yang bisa membuat dorce gamalama bingung memilih antara andi malarareng (jubir presiden) dengan atau mas bimo, karena sama sama kumisnya tebal boooooooooooooo.
karena orang ketiga yang joint ke komunitas kita dan memakai city bike adalah mas ekki, maka mas ekki di juluki “pak sekwilda”.
namun dari ketiga pejabat publik itu, sayangnya hingga kini masih adda saja yang belum mau gabung lagi, entah kenapa ? namun juga ada yang sesekali ikut kok, mungkin untuk mewakili … he he he, ya kami maklum kok, karena memang pejabat publik itu super sibuk ….
jika sudah ndak nyaman atau emoh dijuliki dengan sebutan itu, boleh kok meminta surat untuk dicabut jabatane

bravo genjoters
one less car and cigarette

pak item

Posted by: sarwestu | May 12, 2008

Beware virus “One Less Car”

“Beware” demikian himbauan yang datangnya dari kalangan perusak lingkungan dan pendukung “global warming” alias pemanasan udara, yang telah mengakibatkan banyak sekali fenomena alam berubah, dan salah satu kerja nyata mereka dan berhasil sukses merusak alam adalah dengan ditemukannya kenyataan bahwa di kota jogja angka polusi sudah terlalu tinggi sehingga udara di kota gudeg kini sudah benar benar tercemar … jadi Jogja yang dulunya dikenal dengan sebutan “kota sepeda”, kini semakin terpuruk, dan sudah menjadi kota dengan tingkat polusi udara yang mengkhawatirkan…….
virus “one less car”, terus di sebarkan oleh kalangan yang nota benenya wong wong ndeso yang memiliki komitmen untuk terus menciptakan budaya (gaya hidup baru) di lingkungan kerja maupun di lingkungan tempat tinggal. dengan bersepeda,

slogan one less car memiliki maksut “satu orang bersepeda sama dengan mengurangi 1 kendaraan bermotor”. “car” disini bukan berarti ansicht memiliki arti mobil thok, tapi lebih cenderung memiliki arti sangat luas yaitu “kendaraan bermotor” … jadi dengan bertambah 1 orang yang sehari harinya (kekantor, belanja ke pasar, kerja atau yang lain lainnya dengan memakai sepeda) berarti samadengan mengurangi populasi kendaraan bermotor, jika gerakan moral semacam ini mampu di terima positif oleh masyarakat, insya allah jogja akan menjadi kota sepeda kembali…..amin amin amin !!!!
ayo yang belum bergabung dengan komunitas kami ini, bersegeralah untuk bersama sama genjot sepeda, badan sehat, stamina bagus, otak jadi sehat juga…..

bravo genjoter
pak item

Posted by: sarwestu | May 9, 2008

Nasib seorang perokok

Ketika kami sedang menunggu teman lain yang belum tiba di check point (perempatan Monjali, belakang pos polisi), ternyata di sana sudah ada orang yang sakit jiwa, dia duduk duduk sambil ngliatin jalan raya monjali dan kadang kadang nglihatin kita juga…kale kale ada yang kenal pikir dia.
tiba tiba dia merokok, dan ketika merokok itulah timbul pemikiran dari saya untuk mengabadikan aktifitas dia yang sedang merokok untuk di jadikan “ikon” bagi perokok lainnya.

Jika anda tetap bertahan menjadi perokok, hati hati saja anda akan bernasib seperti foto dibawah ini

Posted by: sarwestu | April 18, 2008

berhentilah merokok bos…ganti dengan bersepeda ya…

anda mau tau tidak, ternyata di negara kita ada 42 juta perokok pemula, dan 37,7 juta diantaranya itu masuk katagori pelajar (usia < 17 tahun) , mereka itu ada yang memulai merokok pada usia 6 – 9 tahun, artinya ketika usia kanak kanak ternyata mereka (secara sembunyi sembunyi) sudah mencoba untuk merokok, dan ketika di tanya dari mana mereka belajar/tau cara mendapatkan rokok dan merokok itu sendiri ? ternyata mereka hanya mencontoh yang terjadi didepan mata mereka selama ini, ada yang pada awalnya hanya karena sering diminta/disuruh ayahnya untuk membelikan rokok, ada yang kemudian mengatakan karena melihat di lingkungan keluarga (rumah) para orang tua/orang dewasa merokok dengan nikmatnya sambil baca koran, nonton televisi, menjamu tamu, dll., sehingga timbul persepsi di midset anak anak bahwa merokok itu memang uena !!! akhirnya mereka merokok karena dipaksa oleh keadaan yang setiap hari dia temui, ya karena dalam proses pertumbuhannya, sianak sudah dijejali sketsa kehidupan yang keliru dimana orang tuanya merokok didepan mereka,jadilah mereka menjadi PEROKOK !!!!

selama ini pemerintah sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencoba memerangi (mengurangi tepatnya) kegiatan merokok, misalkan di setiap kemasan rokok sudah ditulisi peringatan bahaya merokok, iklan rokok (baik di televisi/radio/media cetak) tidak boleh menunjukkan secara vulgar aktifitas orang sedang merokok (tapi jangan salah lho jika pendapatan dari cukai rokok yang diterima oleh negara setiap tahunnya minimal 52 triliun), ada pemda yang membuat PERDA agar masyarakat tidak merokok di sembarang tempat alis hanya boleh merokok di tempat khusus) misale kota jakarta, kampus FK UGM pun sudah menerapkan kebijakan anti rokok, artinya mahasiswa S2 hanya boleh merokok di tempat yang sudah di tetapkan (tempatnya ada di dekat kandang kambing – kandang hewan untuk praktikum).

namun segala upaya itu ternyata masih kurang di ikuti dengan sanksi yang tegas dari pembuat kebijakan sehingga nampaknya aturan ya sekedar aturan dan cenderung hanya himbuan saja, sehingga tidak membawa dampak apapun, akibatnya masih banyak yang merokok dan semakin banyak yang menjadi korban karena asap rokok

marilah kita berpikir dan mengajak kepada siapapun untuk berhenti merokok, karena apapun alasane merokok itu memang membahayakan untuk diri sendiri dan orang lain, kalo ada ulama yang berpendapat bahwa merokok itu tidak sekedar makruh tapi sudah “haram” bisa jadi memang ada benernya karena merokok selain tidak membawa manfaat apapun, jelas jelas hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

karena itu yang sudah punya sepeda, ayo olah raga dengan menggenjot terus sepedanya, selain sehat insya allah lingkungan kita jadi bebas dari polusi, yang belum beli sepeda, ayolah segera beli sepeda (1-2 juta) sudah bisa dapat sepeda bagus kok, terus kita genjot sepedanya ben sehat waras dan seger terus awak lan pikirane…

(ssssstttttttttttttttttt……jangan bilang bilang kalo bersepeda itu memang uenaaaaks, lebih enak ketimbang merokok !!!!!)

bravo bikers

Posted by: sarwestu | April 17, 2008

tong kosong berbunyi…klontheng klontheng…

Anak anak memang selalu polos dalam menjawab setiap pertanyaan yang kita berikan atau apapun yang ditanyakan kepada dia,  jika kita amati setiap jawaban dari mereka selalu berbasis kepada “memori” pengalaman dia selama hidupnya dan daya khayalnya, jadi jika anak kita menjawab pertanyaan dari kita namun jawabane “aneh” cenderung “lucu“, ya itulah anak, dan jawaban itu adalah jawaban yang polos tanpa ada tendesi berbohong ….. itulan dunia anak anak.

ceritanya begini, suatu hari anak (kelas 2 SD) saya belajar dengan ibunya, pelajaran yang dibahas adalah pelajaran bahasa indonesia. diskusi dan penjelasan dari setiap pertanyaan dari pelajaran itu dijawab dengan mudah lancar bijak dan sesuai dengan harapan istri saya sebagai guru dan anak saya.

hingga sampailah pada topik pembahasan mengenai peribahasa, kemudian istrinya memberi pertanyaan seperti apa yang tertera dalam buku tentang sepenggal bunyi sebuah peribahasa,

Tong kosong berbunyi titik titik“…kata istrinya yang maksutnya, titik titik harus diteruskan sesuai dengan bunyi peribahasa yang sebenarnya

Read More…

Posted by: sarwestu | April 16, 2008

city bike di rerimbunan mountain bike

ketika kami beristirahat di “warung wader” pakem (100 m sebelum RM Morolejar, di tempat parkir saya mencoba mengamati satu persatu sepeda yang diparkir di situ, baik itu yang dari kelompok PMPK UGM, maupun yang dari Bank Niaga Jogja.

dari kerumunan sepeda yang beraneka ragam tipe dan merk, namun yang jelas adalah dari tipe tipe khusus untuk cross country, ada yang sudah memakai ban radial cukup keren (besar) dan yang jelas itu untuk trek medan berat, trus ada yang framenya memang terlihat kokoh dan kuat, hingga yang hanya era sepeda federal jaman tahun 90 an.

diantara rerimbunan sepeda yang memang khusus untuk trrek trek cros country, terselip satu buah sepeda dengan tipe khusus cewek alias city bike, dengan ciri frame yang berbentuk setengah lingkaran dengan ciri utama “keranjang” di bagian depan sepeda.

mungkin sebagian bikers itu geleng geleng kepala, ini sepeda siapa ya ? kok iso tekan kene ya? sik numpak sopo ya?

usut punya usut, ternyata itu adalah sepeda dari salah satu tim kita, mas eki tepatnya. mas eki dari jogja memboncengkan anak kesayangannya hingga pakem, meskipun jalan menanjak dan ada jalan yang tidak beraspal juga, kedua pasangan ini (anak dan ayahnya), terus mengayuh sepedanya hingga finish, tidakmau kalah dengan teman teman sik memakai sepeda seperti astroz dan tango.

makanya bagi teman teman sik belum merasa tertarik untuk gabung dengan komunitas ini, ayolah..didepan mata kita sudah ada  contoh, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak ikut bersepeda hanya karena punya sepeda model city bike,  sebab bagi kami bersepeda untuk sehat dan hepi…

bravo bikers

Posted by: sarwestu | April 15, 2008

warung wader-pakem

ada warung (kalau dari arah bawah, letaknya 100 meter sebelum RM Morolejar),khas yang menjual ikan wader goreng. Ternyata warung itu memang sering dijadikan “jujugan” tempat istirahat bagi kaum bikers yang sudah selesai melakukan turing di daerah cangkringan atau kali kuning atau bahkan daerah dekat rumah maridjan (juru kunci gunung merapi yang terkenal itu).

kemaren ketika kami mau turun ke jogja, kami mencoba juga ikut istirahat diwarung itu bersama bikers lain dari komunitas bikers BANK NIAGA Jogja. Dengan menu makanan yang sederhana murah meriah (ber delapan hanya jabis 63.000 rupiah), kami bisa istirahat sejenak melepas kelelahan setelah genjot sepeda dari Jogja.

di tempat itu yang masih merokok juga masih sah untuk melalukan aktifitas merokoknya, yang mau leyeh leyeh sambil diskusi soal sepeda juga sah sah saja, tim dari pmpk ugm memang unik selain pesertanya ada  3 perempuan (mbak putu dan mbak rima, tak lupa anake mas ekki) kita juga ada yang memakai “city bike”, mungkin bikers yang ketemu diwarung itu “gedeg gedeg” menggelengkan kepala, kok iso sih city bike tekan kene ???…he he he …itulah pmpk ugm

jadi siapa yang mau ikut nimbrung silahkan besok minggu depan kami tunggu

salam sehat, hepi dan orak oleh nesu

bravo bikers

Posted by: sarwestu | April 14, 2008

Finish di RM Morolejar Pakem- 13 April 2008

Finally, akhirnya kami sampai juga di daerah Pakem (RM.Morolejar) dengan bersepeda cing !!! Mengapa saya sangat senang sekali ?

Mungkin bagi bikers lainnya (tentunya yang sudah bukan pemula, ke pakem itu hal yang biasa dan lumrah, kalo memakai istilah anak gaul “..itu mah cemen...” sambil menjentikkan kuku di jari kelingkingnya, yang artinya adalah … cih itu mah kecil tidak ada artinya sama sekali..). Namun lain bagi saya, naik sepeda hingga pakem, adalah sesuatu yang sangat luar biasa sekali…fantastik…edan tenan !!, apalagi dalam kondisi pasca stroke yang saya alami kira kira 4 – 5 bulan lalu.

Meskipun ngos ngosan, saya ndak pernah menunjukkan kepada anggota(peserta) lainnya (nek aku janjane yo kesel tenan … he he he ), alasane saya harus terus bisa menjadi leader bagi mereka, khususnya untuk terus memberi semangat kepada mereka, agar jangan menyerah untuk terus genjot sepedanya.

Perjalanan kali ini di ikuti oleh 7 peserta plus 1 anak anak (anake mas Ekki), ada mb’ Putu, m’Yos, mb’Rima, m’Eko, m’Ekki, dan ada peserta baru pak Tris dan m’Mamat, sementara yang lainnya seperti biasa menjawab pertanyaan ”Who is absent to day ?”, mas bimo (masih sakit), mbak ninik (tidak memberi informasi kenapa tidak ikut ?), mbak nenggih (tugas ke Semarang – ngrapungke tata kelola ambek pak kuncoro ? ini lho cirine pmpk..liburpun tetep harus kerjo, padahal uu naker tidak boleh hari libur itu untuk kerja, kasihan keluarga…he he he…wani po protes ???), mas asdan (tidak memberi informasi kenapa tidak ikut ? mungkin karena bagi tugas dengan mbak neng untuk momong anak anak….), mas nunung (kerja bhakti munggahke gendeng…orak penak ambek morotuwane yo mas ??? …. ), mas agung (jare mas nunungmas agung kulakan oli ke semarang …. ojo ojo kesele during ilang yo mas???), mas heri (tugas ke Bontang…sambil nglumpuke lumpsum untuk frame baru he he he ), sementara mbak dewi, mbak ivon, dan pak syafril hingga kini belum pernah ikut..he he he…

Jam 05.50 start dari check point di gejayan menyusuri arah timur ring road, kemudian masuk ke utara..blusukan keluar masuk desa, sawah dan jalan jalan kampung, hingga tau tau kami beberapa kali melalui rute yang kemaren kemaren pernah kita lalui, hingga pada akhirnya kami sampai di daerah morolejar,

tanjakan demi tanjakan kita sikat habis meskipun saya tau banyak teman teman yang mulai protes, misale kenapa tidak foto fotoan, cari dong tempat istirahat di tempat yang ada pemandangan bagus, kita tetap harus fun dlsbnya., yang tujuannya janjane “minta istirahat karena lelah !!!!

Akhirnya kami sampai di morolejar, rumah makan tradisonal dengan menu ikan ikanan yang sangat terkenal itu, begitu kami sampai di rumah makan tersebut, rasa syukur bahagia senang dan berterimakasih kepada tuhan, karena akhirnya kami bisa juga mengalahkan rasa khawatir dan keraguan kami, …opo iso seh tekan pakem ?…..

foto didepan RM.Morolejar Pakem

Kini kami sudah membuktikan itu semua, kami bisa sampai di pakem dengan bersepeda, selain sehat kami juga hepi…meskipun saya tau, turing kali ini 90% trek jalan raya (aspal), selain membosankan kita menjadi kehilangan ”fun”nya…maaf ya teman teman.

salut hebat two thumbs untuk teman teman yang bahu membahu menggenjot sepedanya hingga kami sampai di pakem morolejar !!!!!

minggu depan aku orak iso melu…..selamat bersepeda ya…hati hati

sik durung iso melu, ayo ikut bersepeda…pokoknya hepi dan sehat..tur orak oleh nesu yoooooooo……..

Older Posts »

Categories